Handuk ajaib oleh-oleh osaka japan

Awalnya tahun lalu aku baca di thread2 dumay (baca: dunia maya) tentang oleh-oleh dari japan, aku jadi tertarik dengan salah satu thread tentang “handuk ajaib oleh-oleh dari japan“.

Akhirnya dapat juga handuk ajaib yang kucari-cari. Setelah tahun lalu aku cari2 di kyoto dan sekitarnya tidak menemukannya.

Alhamdulillah awal tahun ini aku berkesempatan lagi untuk jalan2 ke osaka, yang merupakan trip ke-5 kalinya ke osaka. Sapa tahu dapat menemukan handuknya :-)

Tidak sengaja, pagi itu 28 Jan 2012 setelah check-in di counter salah satu pesawat, aku mencoba masuk ke salah satu toko oleh-oleh di kansai airport..e..ternyata handuk yang kucari di pajang di toko itu. harganya sekitar 840 yen (sekitar 98rb saat ini kurs 1 yen = Rp. 117). tanpa berpikir panjang, aku langsung mengambil handuk itu, takut keduluan diambil orang lain… :-)

Apa istimewanya handuk ini…pingin tahu ?????

lihat sendiri foto2nya dibawah ini:

handuk ajaib

liat sendiri keajaibannya :

handuk 1: kondisi aslinya…..

handuk 1

handuk 1 setelah kena air hangat/panas..

handuk 1 setelah kena air hangat/panas

handuk 2 : kondisi aslinya….

handuk 2

handuk 2 setelah kena air hangat / panas….

handuk 2 setelah kena air hangat / panas

Kalau kering / kena air dingin…handuk akan kembali ke kondisi semula…

…jadi pingin mandi…hehe.. :D :D :D

Sayangilah Ia Sebelum Waktumu Habis

Seorang Ibu yang sudah tua duduk di kursi rodanya suatu sore di tepi danau, ditemani anaknya yang sudah mapan dan berkeluarga.
Si ibu bertanya:,
“Itu burung apa yg berdiri disana?”
“Bangau mama..” anaknya menjawab dengan sopan.

Tak lama kemudian sang ibu bertanya lagi..
“Itu yang warna putih burung apa?”
Dengan sedikit kesal anaknya menjawab
“Ya bangau mama..!!”

Kemudian ibunya kembali bertanya..
“Lantas itu burung apa?” Ibunya menunjuk burung bangau tadi yang sedang terbang..
Dengan nada kesal si anak menjawab
“Ya bangau mama..!! Kan sama saja..!! Memangnya mama gak liat dia terbang?”

Air menetes dari sudut mata si ibu tua sambil berkata pelan..
“Dulu, 35 tahun yang lalu aku memangkumu dan menjawab pertanyaan yang sama untukmu sebanyak 10 kali. Sedangkan saat ini aku hanya bertanya 3 kali, tapi kau membentakku 2 kali..”
Si anak tersentak, lalu memeluk ibunya.

Pernahkah kita memikirkan apa yang telah diajarkan oleh seorang ibu kepada kita? Sayangilah orangtuamu dengan sungguh-sungguh!
Mohon ampunan jika kamu pernah menyakiti hati Ibumu.

Sesungguhnya ia sangat takut, takut akan waktunya yang cuma sebentar di dunia ini. Karena suatu hari nanti, ia tak akan bisa melihatmu tertawa, melihatmu marah, menangis, tak bisa mengajarimu, tak bisa melindungimu lagi. Bilamana hari itu tiba, akankah kau menangisi kepergiannya?

Pindah-pindah dari hati ke hati…#belajar internet

Ini ceritaku asal mula mengenal dunia maya/internet…

INTERNET ???….ini bukan makanan INdomie TEluR korNET lho…tetapi teknologi menjelajah dunia maya tanpa batas menggunakan perangkat komputer dan modem.

1. Telkomnet@instan

Awalnya beberapa tahun lalu..saat internet booming di indonesia, aku mulai browsing internet menggunakan jaringan telpon rumah. Karena HP masih langka dan mahal saat itu, dan juga internet lewat HP belum ada…maklum HP gak bisa kebeli…nomer HP aja bisa seharga diatas 500rb.

Karena memakai telpon rumah, maka koneksi yang aku pakai menggunakan telkomnet@instan. saat itu biaya pemakaian perjamnya adalah Rp. 9000 dengan kecepatan akses 56kbps. Ini tergolong lambat untuk saat ini…hehe…tapi cukup untuk browsing berita-berita terkini.

browsing time

Tapi namanya juga koneksi lewat telpon rumah, ya kadang sambung kadang putus…tergantung jaringan telpon dan waktunya. Dan terasa bisa internetan juga kalau saat tengah malam atau menjelang pagi. Karena keseringan browsing jadinya tagihan telpon tiap bulan jadi membengkak…!!!

Jadinya harus mulai berhemat keuangan dan mencari solusi yang lain.

2. Flexi home

Tahun 2003 aku mulai pindah rumah dari jakarta. Jadinya tidak bisa online lagi pakai telpon rumah, karena jaringan telpon belum masuk ke perumahan…:-(

Untung ada alternatif telpon wireless flexi home yang ditawarkan telkom sebagai pengganti jaringan telpon kabel, dan koneksi internet yang lebih kenceng 115kbps. Lumayan untuk browsing lagi dan memasuki dunia maya. Karena koneksi yang lebih cepat dari telkomnet@instan, jadinya gak sadar kalau tagihan telpon menjadi sangat membengkak.

Saat membayar tagihan telpon ke telkom, sempat kaget ternyata tagihan telpon mencapai Rp. 999.300,-. Masya Allah ini tagihan atau apa, ternyata biaya internetnya sangat mahal, Rp.15/kb, bayangkan padahal hanya browsing beberapa jam tiap minggu, bagaimana kalau dipake untuk download film-film tiap hari….hmm..pusing..!!!..belum termasuk PPN 10%…

telpon flexi homeku...kenangan pahit

Untuk kesekian kalinya aku harus menutup dan membuang telpon flexy dari rumah…:(

3. Wifi Modem

Akhirnya aku beralih ke teknologi WiFi, …lebih keren dikit istilahnya…gimana gak, sekarang warnet mulai merambah ke perumahan, dan akhirnya banyak bermunculan jaringan WIFI, dan salah satunya jaringan RT/RW Net yang ada di lokasi perumahan.

Saat itu aku mulai memasang Antenna dari Wajan, untuk menangkap sinyal internet dari RT/RW Net, alat ini harus dipasang searah dengan pemancar, dan tidak boleh ada yang menghalangi supaya sinyalnya bagus. Dan hanya membayar Rp. 150-200rb/bln aku mulai berselancar lewat Wifi tanpa batas quota…(unlimited).

Wifi wajanku...tinggal kenangan

wajan bolic topologi

Awalnya intenet lumayan cepat…menurutku sih..karena speed sudah sama dengan speed internet di kantor saat itu…ini juga karena belum ada pelanggan dan kapasitas PC di warnetnya juga masih sedikit, jadinya bisa merasakan internet sepuasnya saat itu.

Tapi lama kelamaan, speed makin turun…kenapa???..ada beberapa alasan karena pelanggan bertambah dan juga jumlah PC di warnetnya semakin bertambah, yang mengakibatkan akses internet harus dibagi2….

Hampir 6 bulan akses Wifi, akhirnya aku harus memutuskan untuk pindah ke lain hati…karena kecepatan yang semakin tidak sesuai dengan yang aku harapkan.

4. Indosat 3G Broadband

Saat itu pemakaian HP sudah semakin banyak…dan mulai terjangkau meskipun masih mahal, dan internet unlimited masih mahal juga. Sebenarnya banyak paket2 internet yang lebih kenceng tapi jaringannya sampai saat ini belum sampai ke daerahku.

Akhirnya paket2 internet murah mulai bermunculan, saat itu hanya jaringan GSM yang masih mendominasi jaringan internet, dan akhirnya aku memakai paket Indosat 3G broadband unlimited 100rb/bln. Lumayan bisa telpon, sms, dan internet.

Dengan membeli GSM Modem Huawei E220 yang saat itu harganya Rp. 1,2jt. Aku mulai aktif lagi internetan dengan Indosat 3G kecepatan 384kbps.

modem E220.

Karena alasan harus pergi ke overseas untuk beberapa bulan dan mengurangi biaya pengeluaran internet yang tidak terpakai lagi, akhirnya aku kembalikan nomer Indosat 3G ku ke provider untuk ditutup.

Ternyata kecepatan internet di negara tetangga lebih yahud dan biayanya lebih murah daripada di indonesia…kenapa bisa begitu….hanya mereka para provider yang tahu…

5. Speedy

Sekembalinya dari overseas, jaringan telpon kabel mulai merambah perumahan…dan saatnya aku pasang SPEEDY…karena hanya koneksi kabel yang lebih stabil koneksinya untuk saat ini di daerahku.

modem ADSL Speedyku

Dan Alhamdulillah sampai saat ini kecepatan speedyku masih stabil 1Mbps…meskipun langganan dengan paket 384kbps unlimited. Lumayanlah untuk download film tanpa batas quota…

speedy test speedku @12 Nov 2011

speed download speedyku

Ini semua kisah suka dukaku selama pindah dari hati ke hati karena keinginan untuk mendapatkan layanan internet…tapi masih menunggu jaringan LAN yang lebih kenceng dan murah…semoga internet makin terjangkau.

–oo–

Sholawat ala Gus Dur

Syi’ir KH Abdurrahman Wachid (Gus Dur)

استغفر الله ربّ البرايا # استتغفر الله من الخطا يا

ربّي زدني علما نافعا # ووفّقني عملا صالحا

يا رسول الله سلام عليك # يا رفيع الشان و الدرج

عطفة يا جيرة العالم # يا أهَيل الجود والكرم

Ngawiti ingsun nglaras syingiran
Kelawan muji maring pengeran
Kang paring rohmat lan kanikmatan
Rino wengine tanpo pitungan
Rino wengine tanpo pitungan

Duh bolo konco priyo wanito
Ojo mung ngaji syariat bloko
Gur pinter ndongeng nulis lan moco
Tembe mburine bakal sangsoro
Tembe mburine bakal sangsoro

Akeh kang apal Quran Hadise
Seneng ngafirke marang liyane
Kafire dewe dak digatekke
Yen isih kotor ati akale
Yen isih kotor ati akale

Gampang kabujuk nafsu angkoro
Ing pepahese gebyareng dunyo
Iri lan meri sugieh tonggo
Mulo atine peteng lan nisto
Mulo atine peteng lan nisto

Ayuh sedulur jo nglaleake
Wajibe ngaji sa’pranatane
nggo ngandelake iman tauhide
Baguse sangu mulyo matine
Baguse sangu mulyo matine

Kang aran sholeh bagus atine
Kerono mapan sari ngelmune
Laku torikot lan ma’rifate
Ugo hakikot manjing rasane
Ugo hakikot manjing rasane

Al Quran Qodim wahyu minulyo
Tanpo tinulis iso diwoco
Iku wejangan guru waskito
Den tanjebake ing jero dodo
Den tanjebake ing jero dodo

Kumantil ati lan pikiran
Ngrasuk ing badan kabeh jeroan
Mu’jizat rosul dadi pedoman
Minongko dalan manjinge iman
Minongko dalan manjinge iman

Kelawan Alloh kang moho suci
Butuh rangkulan rino lan wengi
Ditirakati diriyadlohi
Dzikir lan suluk jog nganti lali
Dzikir lan suluk jog nganti lali

Uripe ayem rumongso aman
Dununge roso tondo yen iman
Sabar narimo nadjan pas-pasan
Kabeh dinakdir saking pengeran
Kabeh dinakdir saking pengeran

Kelawan konco dulur lan tonggo
Kang podo rukun podo ngasiho
Iku sunnaeh rosul kang mulyo
Nabi Muhammad panutan kito
Nabi Muhammad panutan kito

Ayuh ngelakoni sekabehane
Alloh kang bakal ngangkat drajate
Senadjan asor toto dzohire
Ananging mulyo makom drajate
Ananging mulyo makom drajate

Lamon palastro ing pungkasane
Ora kesasar roh lan sukmane
Den gadang Alloh suwargo manggone
Utuh mayite ugo ulese
Utuh mayite ugo ulese

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H

Beningkan hati dengan dzikir
Cerahkan jiwa dengan cinta
Lalui hari dengan senyum
Tetapkan langkah dengan syukur
Sucikan hati dengan permohonan maaf

Damanhuri

megucapkan

Selamat hari raya Idul Fitri
TaqobbaLallaHu minNa wA MinKuM
Minal AidziN WaL FaidziN
Mohon Maaf Lahir dan Batin

Trip Advisor – Kota2 yang telah aku kunjungi

Ternyata masih banyak kota2 yang belum kudatangi….
inginku menikmati hasil karyaMU ya Rabb…

 

Trip ke Curug Malela dan Kawah Putih Bandung

Curug Malela:

Curug Malela berada di Kampung Manglid, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, berbatasan dengan Kabupaten Cianjur di barat laut Bandung. GPS menunjukkan posisi koordinat S07o00’38.1″ E107o12’22.0″. Curug Malela mempunyai ketinggian lebih kurang 50 m dan lebar mencapai 70 m.

Kawah Putih:

Kawah Putih adalah sebuah danau kawah dari Gunung Patuha dengan ketinggian 2.434 meter di atas permukaan laut dengan suhu antara 8-22°C. Di puncak Gunung Patuha itulah terdapat Kawah Saat, saat berarti surut dalam Bahasa Sunda, yang berada di bagian barat dan di bawahnya Kawah Putih dengan ketinggian 2.194 meter di atas permukaan laut. Kedua kawah itu terbentuk akibat letusan yang terjadi pada sekitar abad X dan XII silam. Kawah Putih ini terletak sekitar 46 km dari Kota Bandung atau 35 km dari ibukota Kabupaten Bandung, Soreang, menuju Ciwidey.


Jum’at 29 Juli 2011. @10pm.

Malam itu aku mulai memasuki gerbang kantor,  karena sesuai rencana jam10pm kita mulai kumpul, tapi jam menunjukan 10:30pm yg datang masih 1 orang, (maklum masih pada pakai jam karet). Akhirnya satu persatu mulai datang, tapi semua hanya 5 orang..lho yang lain pada kemana?….ternyata ada beberapa yang tidak jadi ikut…setelah mencoba menghubungi temen2 yg lain akhirnya ketambahan 4 org lagi dari temen2 gorontalo dan medan. Dan sampe dinihari 00:00am akhirnya kita 9 orang siap berangkat ke curug malela dan kawah putih.

Tujuan pertama adalah Curug Malela, supaya tidak kemalaman di curug itu karena kita belum tahu lokasi dan lingkungannya. Dengan modal peta google seperti dora explorer, dini hari itu kita mulai melakukan perjalanan dengan 5 motor.

Dari gerbang kantor kita melaju ke arah bogor melewati jalan raya bogor, dilanjutkan ke arah bukit sentul yg merupakan jalur alternatif ke arah puncak dari arah Padang Golf Bukit Pelangi (Rainbow Hill). Menyusuri jalan yang berkelok-kelok sampe akhirnya kita memasuki Gadog, diteruskan ke arah Jalan Raya Puncak.

Di kawasan Puncak ini udara dingin mulai menyerang, awalnya kita akan istirahat sebentar di puncak pass sambil menikmati jagung bakar, tapi tak sadar kita berkendara terlalu cepat, mungkin karena harus cepat keluar dari jalur puncak yg dingin dan juga terpisah dari rombongan yang lain. Tak terasa kita sudah memasuki kota cianjur…hmm..keblabasan…kirain saya ketinggalan..malah posisi paling depan…akhirnya menunggu rombongan yang lain di dekat SPBU cianjur.

Rute PMI – Puncak – Cianjur – Curug Malela – Kawah Putih.


View Larger Map

Setelah kumpul lagi dan sekitar jam 03:40am kita berhenti di SPBU 34-43215 Cianjur. Akhirnya kita melakukan ishoma di mushala dalam SPBU ini.

Pagi2 di SPBU Cianjur

Sabtu 30 Juli 2011.

Perjalanan ke Curug Malela :

Jam 6:00 am. kita lanjutkan perjalanan lagi ke arah Curug Malela. Dari sini pemandangan kiri-kanan terasa indah seiring datangnya sang mentari pagi, dan juga udara yang masih segar tanpa polusi udara. Sepertinya jarak ke curug malela menurut peta deket perkiraan 2 jam akan sampai. Ternyata dugaan kita meleset, setelah berjalan dengan jalur yg berkelok-kelok selama hampir 2 jam kita belum sampai juga, kita akhirnya berhenti untuk mengembalikan stamina di sebuah warung di daerah cibeber.

Setelah cukup isrtirahat, kita lanjutkan perjalanan. Dari arah sini perjalanan mulai kurang lancar karena ada perbaikan jalan, jalan yg rusak penuh tanjakan juga turunan yang tajam dan bebatuan tanpa aspal, seperti layaknya naik kuda besi saja. Tapi kesejukan alam membuat kita bisa menikmati pemandangan selama perjalanan, juga melewati perkebunan Teh Montaya.

@Perkebunan Teh Montaya

Semakin mendekati daerah cicadas, jalanan yang dilewati semakin jelek dan penuh bebatuan, akhirnya kita bertemu dengan seseorang yang membawa kita kearah Cicadas, dengan bantuan dan petunjuk dia, akhirnya kita sampai ke gerbang pintu masuk ke arah curug malela.

gerbang ke malela

Dari sini jalanan semakin rusak dan bebatuhan, harus ekstra hati-hati kalau tidak ingin masuk ke jurang.  Andrenalin terasa berpacu kencang setiap melewati tanjakan atau turunan yang curam. Jalanan yang masih tanah dan bebatuan tanpa aspal membuat kita beberapa kali hampir terjatuh atau terpeleset…apalagi kemarinnya hujan…membuat jalan agak basah. Hanya gigi 1 dan 2 yg bisa kita pake untuk melewati jalanan tersebut.

Akhirnya jam 10:30am kita sampai juga di parkiran Curug Malela. Kita istirahat sejenak untuk melepas lelah dan mengisi perut secukupnya di kedai makan yang ada. Sehabis itu kita mulai menyusuri jalan setapak yang ada ke arah curug malela. Ternyata jalanan masih jauh dan hampir setengah jam perjalanan jalan kaki untuk sampai ke curugnya. Jalanan harus penuh hati2 karena jalanan tanah penuh turunan dan licin. Sampai ada yang harus kehilangan sandal karena putus ketika melewati medan yang lumayan berat.

sampe putus sandalnya..@curug malela

jalanan @curug malela

jalanan @curug malela

Subhanallah,.. itulah kata yang pantas terucap saat pertama kali mata kami memandang ke arah Curug Malela, yang terletak di Kampung Manglid, Desa Cicadas, Rongga – Bandung barat itu. Tidak menyesal perjalanan jauh yang telah kami lakukan walaupun melewati jalanan yang tidak layak untuk dilewati kendaraan.

Curug Malela

Disini kita habiskan waktu untuk foto2 dan menikmati kesegaran air dan udara sekitarnya. Karena arus airnya yg deras..hanya sebagian orang yang berani mandi dan juga suasana tampak ramai karena menjelang bulan ramadhan.

foto2 @curug malela

Sorenya kita kembali, disini jalanan penuh tanjakan yg cukup melelahkan tidak seperti saat ke curug yang penuh turunan, sampai keringat dingin mengucur, sampai mau pingsan. Setelah beberapa kali instirahat akhirnya kita sampai di tempat parkiran dan menikmati makan siang setengah sore di kedai parkiran.

Setelah tenaga kembali pulih, kita lanjutkan perjalanan ke arah Kawah Putih. Setelah melewati desa cicadas dan perkebunan teh montaya, kita berhenti di bengkel las untuk memperbaiki bagasi motor yang hampir lepas akibat goncangan saat perjalanan ke curug malela. Sebagian dari kita sempat mandi dan makan2 di warung sekitar bengkel itu.

Perjalanan ke Kawah Putih :

Jam 5:00pm, kita lanjutkan perjalanan melewati jalan tembus ke arah Kawah Putih, ternyata jalan tembus yang dilalui hampir sama dengan jalan menuju malela. Dan ini terasa lebih jauh, dan lebih menegangkan karena sore berganti malam dan gelap tanpa lampu jalanan dan juga melewati kawasan hutan yang panjang. Jalanan penuh bebatuan tanpa aspal, sampai beberapa rekan jatuh saat melewati tanjakan yang tajam. Memang ini pengalaman paling menegangkan selama berkendaraan.

Akhirnya jam 8:00pm, kita keluar dari jalan bebatuan dan menemukan jalan raya yang mulus sampai ke kawah putih. Sesampainya di kawasan kawah putih, kita mulai mencari tempat nongkrong sambil minum-minuman hangat di kedai depan kawah putih. Karena cuaca semakin malam dan dingin, kita juga harus istirahat, akhirnya kita putuskan untuk masuk ke dalam kawasan wisata kawah putih dan menemui petugas jaga untuk numpang makan di kedainya.

Malamnya kita kedatangan 2 orang rekan lagi yang jauh2 dari Jakarta menyusul ke Kawah Putih. Dan kita habiskan malam itu untuk istirahat dan tidur di dalam mushola.

Minggu 31 Juli 2011.

Jam 5:00 pagi, setelah mandi dan sarapan pagi, kita siap2 naik ke puncak kawah putih untuk menyongsong datangnya sang mentari pagi. Dengan membayar 30rb/motor lewat petugas jaga, kita mulai melanjutkan perjalanan dengan 5 motor sambil menembus kabut dan menghirup segarnya udara dingin akhirnya kita sampai ke parkiran puncak.

foto2 @parkiran puncak kawah putih

Alhamdulillah kita bisa menyaksikan sunrise dari puncak kawah putih yang terlihat begitu indah. Tak lupa saat seperti itu kita abadikan.

sunrise @kawah putih

Setelah mentari terlihat jelas dan terang, kita mulai turun ke kawah putih untuk menikmati keindahan ciptaan Tuhan dan foto-foto.

foto2 @kawah putih

Setelah puas di puncak, kita mulai turun kembali ke kedai tempat kumpul2. Sambil istirahat dan makan pagi, kita gunakan untuk mengecek kondisi motor dan perlengkapan.

Siang itu kita mulai meninggalkan Kawah putih dan menyusuri jalanan Ciweday untuk mencari lokasi wisata yang lain. Banyak sekali tempat wisata sekitar kawah putih, tapi karena waktu terbatas dan mau puasa, sehingga kita putuskan ke taman strowberry saja untuk mencari oleh-oleh.

foto2 @ranca upas bandung

foto2 @taman strowberry ciweday

panen stroberry @taman stroberry ciweday

Akhirnya kita mulai melakukan perjalanan pulang melewati padalarang – jonggol – cibubur. Dan jam 5:00pm, kita sampai di gerbang kantor lagi.

Dan saatnya pulang untuk menikmati awal sholat Tarawih dan awal puasa.

credit : Touring Member

copyright by huri

Video2 trip to Krakatau, Sebesi, Sebuku island

Video trip to Krakatau, Sebesi, Sebuku island part 1 of 3.

Video trip to Krakatau, Sebesi, Sebuku island part 2 of 3.

Video trip to Krakatau, Sebesi, Sebuku island part 3 of 3.

Terimakasih pada teman2…nono..ade…chadir…oki…isti…karen…fajri…temen2 group lain…

Video2 trip to Way Kambas Lampung Timur

Jelajah ke Way Kambas part 1 of 6:

Jelajah ke Way Kambas part 2 of 6:

Jelajah ke Way Kambas part 3 of 6:

Jelajah ke Way Kambas part 4 of 6:

 

Jelajah ke Way Kambas part 5 of 6:

 

Jelajah ke Way Kambas part 6 of 6:

 

Selamat menyaksikan penjelajahan kami di Way Kambas…hehehe

on Video : huri…Nono….Ade….Chadir.

 

Trip ke Way Kambas dan Way Kanan – Lampung Timur

lanjutan dari post sebelumnya….

Hari Ketiga (15 Mei 2011):

Tak terasa perjalanan ke Krakatau telah berakhir dan sesampainya di dermaga canti kita berpisah dengan group lain dan juga dgn salah satu teman kita yg harus kembali lebih dulu. Setelah mandi dan istirahat sebentar, akhirnya kita berempat meneruskan perjalanan dengan Ojek ke Fajar travel, ongkos ojek Rp. 10rb/org.

Dari Fajar travel kita teruskan naik mobil travel menuju terminal Rajabasa, cukup Rp. 25rb/org dan desak2an karena mobil yang sempit tanpa AC lagi… aduh panasnya…untung ada ceweknya….hahaha.

Siang itu kita sampai di terminal Rajabasa, kita ketemu dengan teman yang kerja di lampung *karena janjian sih*… setelah makan siang dan mendapatkan informasi jalan ke arah Way Kambas, akhirnya kita berpisah dan melanjutkan perjalanan dengan Bus ke arah kota Metro cukup bayar 10rb/org.

Sesampainya di Terminal Metro, kita teruskan dengan naik angkot kecil ke arah perum Damri dgn ongkos Rp. 4rb/org.

Akhirnya jam 4 sore kita sampai di Perum Damri. Kita gunakan waktu menunggu untuk sholat, dan mengisi perut.

Sekitar pukul 5 sore Bus Damri datang, ..gilaa bener ini bus atao KRL ya? ternyata angkutan di daerah lebih parah dari di jakarta, penumpangnya padat banget, untuk masuk aja susah, sudah over capacity…gak ada pilihan lagi, gpp berdiri…karena ini satu2nya angkutan yang ke arah Way Japara dan melewati way kambas….hahaha. Mungkin karena murah meriah kali…banyak penumpang yang rela berdesakan karena ongkos hanya Rp.10rb/org.

Akhirnya Bus mulai merayap ke arah Way Japara. Maklum merayap..karena penumpang padat dan jalan yang kurang bagus. setelah 2 jam perjalanan, kita turun di depan Polsek Labuhan Ratu. sementara Bus tetap meneruskan perjalanan ke Way Japara.

Selanjutnya kita melepas lelah dengan makan malam di warung org jawa…kok pedagang rata2 orang jawa semua ya? jadi lupa kalau di Lampung…hehehe. Terus kita menuju ke arah Polsek Labuhan Ratu.

“Malam Pak…Maaf, kami kemalaman, boleh menginap Pak?” tanya si Chadir dengan wajah memelas ke petugas polisi…kasihan…hahaha.

didepan polsek tempat menginap gratis

Alhamdulillah, karena jasa briptu norman kali ya…polisi sekarang baik2…hahaha. Kita dipersilahkan menginap dan disediakan kamar khusus buat kami untuk istirahat *bukan kamar sel lho*….hehehe. Maklum di sekitar situ juga tidak ada penginapan.

Hari Keempat (16 Mei 2011):

Pagi2 sekali kita keluar dari Polsek Labuhan Ratu…maklum menghindari petugas yang lain pada datang ngantor. Perjalanan kita lanjutkan dengan naik angkot ke pasar Tridatu, karena dari pasar itu merupakan gerbang ke Taman Nasional Way Kambas.

Setelah sarapan pagi di pasar itu, kita teruskan perjalanan ke Pusat konservasi Way Kambas dengan naik Ojek, karena tidak ada transportasi angkutan ke sana selain ojek. Biaya ojek Rp. 20rb/org, ternyata perjalanan cukup jauh, sampai di gerbang Masuk berikutnya, kita dikenakan biaya masuk sebesar Rp. 10rb/org.

pose di depan pintu masuk Way Kambas dan Way Kanan

Dari pintu masuk di dalam itu kalau ambil jalur lurus kita ke Way Kanan (13km lg) atau belok kanan ke Way Kambas (9km lg). Kita mulai dulu ke Way Kambas, dan akhirnya kita sampai ke tempat pelatihan gajah dan disambut oleh beberapa petugas dengan ramah….

leyeh-leyeh dulu

Dari bapak pimpinan di Way Kambas itu, kita mendapatkan informasi yang kita butuhkan…ternyata di pelatihan Way Kambas ada sekitar 62 ekor gajah yang dilindungi. Sedangkan di sekitar Hutan masih banyak ratusan gajah yang masih liar.

Selanjutnya kita mulai melakukan expedisi alam dengan menaiki gajah menyusuri hutan dan rawa…lumayan… hanya Rp. 75rb/org/30 menit. Dengan 4 induk gajah dan 1 anak gajah kita menyusui jejak petualang rokok Jarum seperti iklan di TV….hehehe

mulai memasuki areal rawa-rawa

menyusuri rawa-rawa

horee...naik gajah...enak tenan..

Setelah puas berkeliling Way Kambas, saatnya kita teruskan perjalanan. Karena tidak ada transportasi kita berencana menelpon tukang ojek di Tridatu, untung ada beberapa anak2 sekolah SMP yang lagi jalan2…sehingga kita sewa mereka sebagai pengganti ojek ke Pintu masuk Way Kanan yang jaraknya 9km lagi.

Setelah sampai di pintu masuk Way Kambas dan Way Kanan lagi. Karena kita mau ke Way Kanan, kita membutuhkan Simaksi (Surat Ijin Masuk Kawasan Konservasi) untuk dapat masuk ke kawasan Way Kanan. Dari petugas loket itu kita dibuatkan simaksi.. semua biaya hampir sekitar Rp. 300rb termasuk ongkos Ojek yang dikelola petugas Rp. 50rb/org sampai ke dalam Way Kanan.

Karena jalanan yang tidak beraspal dan berbatuan, lumayan pantat sakit kalo naik ojek sepanjang 13km ke dalam Way Kanan. Sesampainya di Way Kanan kita disambut petugas dengan ramah dan petugas ojek kembali ke loket lagi.

ampuunnn pak!!!....@pintu masuk Way Kanan

Di Way Kanan seperti tempat terpencil, tidak ada sinyal telepon, dan jg tidak ada pedagang makanan sama sekali, jadi harus siap konsumsi kalau kesini. Alhamdulillah ternyata petugas masih bersedia menyediakan makanan meskipun hanya Mie….thanks God.

Way Kanan merupakan kawasan konservasi Alam (hutan) dan Rawa, ada beberapa alternatif untuk expedisi di kawasan ini.
- pakai Kapal Boat Rp. 300rb.
- pakai perahu dayung sendiri Rp. 150rb.
- pakai Kapal sampai Laut …lupa biayanya..>500rb
- jalan kaki menyusuri hutan Rp. 150rb.
dll lupa….

ayoo dayung terus...jangan tengok2...@rawa gajah Way Kanan

resiko jd tukang foto...kanan handicam...kiri kamera...yg penting gak dayung...

istirahat sehabis menyusuri rawa gajah

Akhirnya kita memilih pakai perahu dan dayung sendiri maklum budget terbatas.

Setelah membersihkan badan (mandi) dan sholat…kita lanjutkan perjalanan pulang karena gak ada ongkos untuk menginap di Way Kanan. Sebenarnya di Way Kanan disediakan rumah penginapan. Dengan mengendarai ojek (ojek khusus dari petugas Way Kanan) kita kembali ke Pasar Tridatu. Ongkos Rp. 50rb/motor (kasihan kali…biasanya Rp. 50rb/org..tp motor hanya ada 2). Sesampainya di Pasar kita lanjutkan lagi naik ojek lain ke arah Way Japara, karena waktu sudah sore dan tidak ada angkot ke arah Way Japara.

Di Way Japara pukul 8 malam, kita lanjutkan naik mobil travel…(mobil Carry)…tapi ya ampunnn…1 mobil kok diisi 15org…apa tidak ada travel lain lagi….udah tidak ada AC…desak2an lagi…tapi itulah kenangan yang tidak bisa terlupakan…hahaha. Ongkos hanya Rp. 35rb/org sampai Bakaheuni.

Akhirnya kita tiba di Bakaheuni setelah menempuh perjalanan 3 jam dari Way Japara. Kita langsung menuju kapal Ferry Rp. 11.500/org, dan Rp. 7rb/org di ruang AC Executive menuju arah Merak.

Pukul 2 pagi kapal tiba di Merak, dan kita lanjutkan dengan Bus AC ke Arah Jakarta dengan ongkos Rp. 20rb/org. Pukul 5 pagi, saya sudah turun di Pancoran dan berpisah dengan teman2 yang lain, selanjutnya saya meneruskan perjalanan ke rumah…

Itulah gambaran perjalanan saya selama 4 hari trip ke Krakatau – Pulau Sebesi – Pulau Sebuku – Way Kambas – Way Kanan.

Semoga bisa menjadi inspirasi rekan2 untuk persiapan backpacker ke Lampung….

Salam Backpacker

huri

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.