Curug Malela:
Curug Male
la berada di Kampung Manglid, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, berbatasan dengan Kabupaten Cianjur di barat laut Bandung. GPS menunjukkan posisi koordinat S07o00’38.1″ E107o12’22.0″. Curug Malela mempunyai ketinggian lebih kurang 50 m dan lebar mencapai 70 m.
Kawah Putih:
Kawah Putih adalah sebuah danau kawah dari Gunung Patuha dengan ketinggian 2.434 meter di atas permukaan laut dengan suhu antara 8-22°C. Di puncak Gunung Patuha itulah terdapat Kawah Saat, saat berarti surut dalam Bahasa Sunda, yang berada di bagian barat dan di bawahnya Kawah Putih dengan ketinggian 2.194 meter di atas permukaan laut. Kedua kawah itu terbentuk akibat letusan yang terjadi pada sekitar abad X dan XII silam. Kawah Putih ini terletak sekitar 46 km dari Kota Bandung atau 35 km dari ibukota Kabupaten Bandung, Soreang, menuju Ciwidey.
Jum’at 29 Juli 2011. @10pm.
Malam itu aku mulai memasuki gerbang kantor, karena sesuai rencana jam10pm kita mulai kumpul, tapi jam menunjukan 10:30pm yg datang masih 1 orang, (maklum masih pada pakai jam karet). Akhirnya satu persatu mulai datang, tapi semua hanya 5 orang..lho yang lain pada kemana?….ternyata ada beberapa yang tidak jadi ikut…setelah mencoba menghubungi temen2 yg lain akhirnya ketambahan 4 org lagi dari temen2 gorontalo dan medan. Dan sampe dinihari 00:00am akhirnya kita 9 orang siap berangkat ke curug malela dan kawah putih.
Tujuan pertama adalah Curug Malela, supaya tidak kemalaman di curug itu karena kita belum tahu lokasi dan lingkungannya. Dengan modal peta google seperti dora explorer, dini hari itu kita mulai melakukan perjalanan dengan 5 motor.
Dari gerbang kantor kita melaju ke arah bogor melewati jalan raya bogor, dilanjutkan ke arah bukit sentul yg merupakan jalur alternatif ke arah puncak dari arah Padang Golf Bukit Pelangi (Rainbow Hill). Menyusuri jalan yang berkelok-kelok sampe akhirnya kita memasuki Gadog, diteruskan ke arah Jalan Raya Puncak.
Di kawasan Puncak ini udara dingin mulai menyerang, awalnya kita akan istirahat sebentar di puncak pass sambil menikmati jagung bakar, tapi tak sadar kita berkendara terlalu cepat, mungkin karena harus cepat keluar dari jalur puncak yg dingin dan juga terpisah dari rombongan yang lain. Tak terasa kita sudah memasuki kota cianjur…hmm..keblabasan…kirain saya ketinggalan..malah posisi paling depan…akhirnya menunggu rombongan yang lain di dekat SPBU cianjur.
Rute PMI – Puncak – Cianjur – Curug Malela – Kawah Putih.
View Larger Map
Setelah kumpul lagi dan sekitar jam 03:40am kita berhenti di SPBU 34-43215 Cianjur. Akhirnya kita melakukan ishoma di mushala dalam SPBU ini.

Pagi2 di SPBU Cianjur
Sabtu 30 Juli 2011.
Perjalanan ke Curug Malela :
Jam 6:00 am. kita lanjutkan perjalanan lagi ke arah Curug Malela. Dari sini pemandangan kiri-kanan terasa indah seiring datangnya sang mentari pagi, dan juga udara yang masih segar tanpa polusi udara. Sepertinya jarak ke curug malela menurut peta deket perkiraan 2 jam akan sampai. Ternyata dugaan kita meleset, setelah berjalan dengan jalur yg berkelok-kelok selama hampir 2 jam kita belum sampai juga, kita akhirnya berhenti untuk mengembalikan stamina di sebuah warung di daerah cibeber.
Setelah cukup isrtirahat, kita lanjutkan perjalanan. Dari arah sini perjalanan mulai kurang lancar karena ada perbaikan jalan, jalan yg rusak penuh tanjakan juga turunan yang tajam dan bebatuan tanpa aspal, seperti layaknya naik kuda besi saja. Tapi kesejukan alam membuat kita bisa menikmati pemandangan selama perjalanan, juga melewati perkebunan Teh Montaya.

@Perkebunan Teh Montaya
Semakin mendekati daerah cicadas, jalanan yang dilewati semakin jelek dan penuh bebatuan, akhirnya kita bertemu dengan seseorang yang membawa kita kearah Cicadas, dengan bantuan dan petunjuk dia, akhirnya kita sampai ke gerbang pintu masuk ke arah curug malela.

gerbang ke malela
Dari sini jalanan semakin rusak dan bebatuhan, harus ekstra hati-hati kalau tidak ingin masuk ke jurang. Andrenalin terasa berpacu kencang setiap melewati tanjakan atau turunan yang curam. Jalanan yang masih tanah dan bebatuan tanpa aspal membuat kita beberapa kali hampir terjatuh atau terpeleset…apalagi kemarinnya hujan…membuat jalan agak basah. Hanya gigi 1 dan 2 yg bisa kita pake untuk melewati jalanan tersebut.
Akhirnya jam 10:30am kita sampai juga di parkiran Curug Malela. Kita istirahat sejenak untuk melepas lelah dan mengisi perut secukupnya di kedai makan yang ada. Sehabis itu kita mulai menyusuri jalan setapak yang ada ke arah curug malela. Ternyata jalanan masih jauh dan hampir setengah jam perjalanan jalan kaki untuk sampai ke curugnya. Jalanan harus penuh hati2 karena jalanan tanah penuh turunan dan licin. Sampai ada yang harus kehilangan sandal karena putus ketika melewati medan yang lumayan berat.

sampe putus sandalnya..@curug malela

jalanan @curug malela

jalanan @curug malela
Subhanallah,.. itulah kata yang pantas terucap saat pertama kali mata kami memandang ke arah Curug Malela, yang terletak di Kampung Manglid, Desa Cicadas, Rongga – Bandung barat itu. Tidak menyesal perjalanan jauh yang telah kami lakukan walaupun melewati jalanan yang tidak layak untuk dilewati kendaraan.

Curug Malela
Disini kita habiskan waktu untuk foto2 dan menikmati kesegaran air dan udara sekitarnya. Karena arus airnya yg deras..hanya sebagian orang yang berani mandi dan juga suasana tampak ramai karena menjelang bulan ramadhan.

foto2 @curug malela
Sorenya kita kembali, disini jalanan penuh tanjakan yg cukup melelahkan tidak seperti saat ke curug yang penuh turunan, sampai keringat dingin mengucur, sampai mau pingsan. Setelah beberapa kali instirahat akhirnya kita sampai di tempat parkiran dan menikmati makan siang setengah sore di kedai parkiran.
Setelah tenaga kembali pulih, kita lanjutkan perjalanan ke arah Kawah Putih. Setelah melewati desa cicadas dan perkebunan teh montaya, kita berhenti di bengkel las untuk memperbaiki bagasi motor yang hampir lepas akibat goncangan saat perjalanan ke curug malela. Sebagian dari kita sempat mandi dan makan2 di warung sekitar bengkel itu.
Perjalanan ke Kawah Putih :
Jam 5:00pm, kita lanjutkan perjalanan melewati jalan tembus ke arah Kawah Putih, ternyata jalan tembus yang dilalui hampir sama dengan jalan menuju malela. Dan ini terasa lebih jauh, dan lebih menegangkan karena sore berganti malam dan gelap tanpa lampu jalanan dan juga melewati kawasan hutan yang panjang. Jalanan penuh bebatuan tanpa aspal, sampai beberapa rekan jatuh saat melewati tanjakan yang tajam. Memang ini pengalaman paling menegangkan selama berkendaraan.
Akhirnya jam 8:00pm, kita keluar dari jalan bebatuan dan menemukan jalan raya yang mulus sampai ke kawah putih. Sesampainya di kawasan kawah putih, kita mulai mencari tempat nongkrong sambil minum-minuman hangat di kedai depan kawah putih. Karena cuaca semakin malam dan dingin, kita juga harus istirahat, akhirnya kita putuskan untuk masuk ke dalam kawasan wisata kawah putih dan menemui petugas jaga untuk numpang makan di kedainya.
Malamnya kita kedatangan 2 orang rekan lagi yang jauh2 dari Jakarta menyusul ke Kawah Putih. Dan kita habiskan malam itu untuk istirahat dan tidur di dalam mushola.
Minggu 31 Juli 2011.
Jam 5:00 pagi, setelah mandi dan sarapan pagi, kita siap2 naik ke puncak kawah putih untuk menyongsong datangnya sang mentari pagi. Dengan membayar 30rb/motor lewat petugas jaga, kita mulai melanjutkan perjalanan dengan 5 motor sambil menembus kabut dan menghirup segarnya udara dingin akhirnya kita sampai ke parkiran puncak.

foto2 @parkiran puncak kawah putih
Alhamdulillah kita bisa menyaksikan sunrise dari puncak kawah putih yang terlihat begitu indah. Tak lupa saat seperti itu kita abadikan.

sunrise @kawah putih
Setelah mentari terlihat jelas dan terang, kita mulai turun ke kawah putih untuk menikmati keindahan ciptaan Tuhan dan foto-foto.

foto2 @kawah putih
Setelah puas di puncak, kita mulai turun kembali ke kedai tempat kumpul2. Sambil istirahat dan makan pagi, kita gunakan untuk mengecek kondisi motor dan perlengkapan.
Siang itu kita mulai meninggalkan Kawah putih dan menyusuri jalanan Ciweday untuk mencari lokasi wisata yang lain. Banyak sekali tempat wisata sekitar kawah putih, tapi karena waktu terbatas dan mau puasa, sehingga kita putuskan ke taman strowberry saja untuk mencari oleh-oleh.

foto2 @ranca upas bandung

foto2 @taman strowberry ciweday

panen stroberry @taman stroberry ciweday
Akhirnya kita mulai melakukan perjalanan pulang melewati padalarang – jonggol – cibubur. Dan jam 5:00pm, kita sampai di gerbang kantor lagi.
Dan saatnya pulang untuk menikmati awal sholat Tarawih dan awal puasa.

credit : Touring Member
copyright by huri
Filed under: bandung, curug malela, kawah putih, malela, Uncategorized | 2 Komentar »